KBBI mencantumkan arti “garis miring” sebagai ‘garis yang menyerong (tidak tegak lurus)’. Definisi itu tidak mengandung arti sebagai tanda baca. Kamus kita itu secara tersirat menunjukkan bahwa istilah yang tepat untuk menyebut nama tanda baca bersimbol “/” adalah “tanda garis miring” (dengan kata tanda). Istilah itu pun digunakan EYD.

Istilah bahasa Indonesia tanda garis miring panjang. Akibatnya, tanda baca ini kadang disingkat menjadi “garing”. Istilah bahasa Inggrisnya pendek: slash, stroke, atau solidus. Simbol kebalikan “/” disebut backslash (\) dalam bahasa itu. Dalam bahasa Indonesia, kita mungkin bisa menyebut simbol ini “tanda garis miring balik” atau cukup “tanda garis balik”.

Fungsi Resmi

EYD menyebutkan tiga kegunaan tanda garis miring sebagai berikut.

  1. Tanda garis miring digunakan dalam nomor surat (misalnya 7/PK/II/2022), nomor pada alamat (misalnya Jalan Kramat III/10), dan penandaan masa 1 tahun yang terbagi dalam 2 tahun takwim (misalnya tahun ajaran 2023/2024).
  2. Tanda garis miring digunakan sebagai pengganti kata dan (misalnya AD/ART = anggaran dasar dan anggaran rumah tangga), atau (misalnya orang tua/wali = orang tua atau wali), serta setiap (misalnya 150 km/jam = 150 kilometer setiap jam).
  3. Tanda garis miring digunakan untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau pengurangan atas kesalahan atau kelebihan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain, misalnya /h/utang berarti koreksi tulisan asli “hutang” menjadi “utang”.

Sebagai pengganti kata dan, sebenarnya ada simbol ampersan (&), tetapi penggunaan simbol ini belum dicantumkan dalam EYD meski entrinya sudah ada di KBBI. Kalau simbol ini diizinkan untuk digunakan, kita dapat menulis AD & ART alih-alih AD/ART. Perhatikan perbedaan penggunaan spasi sebelum dan sesudah simbol ampersan dan garis miring.

Frasa “dan/atau” dalam laras bahasa hukum juga menggunakan tanda garis miring. Butir 264 Lampiran II UU 12/2011 menyebutkan bahwa frasa ini digunakan untuk menunjukkan sifat kumulatif sekaligus alternatif. Jadi, “buku dan/atau majalah”, misalnya, dimaknai sebagai ‘buku dan majalah atau buku atau majalah’. Saya belum menemukan pedoman resmi pengucapan frasa ini, tetapi pernah mendengar pengacara membacanya sebagaidengan “buku dan garing atau majalah”.

Kebanyakan orang menganggap “atau” hanya dapat memilih salah satu (atau eksklusif), misalnya pada kalimat Kamu pilih aku atau dia. Namun, “atau” juga dapat memilih salah satu atau keduanya (atau inklusif), misalnya pada kalimat Dilarang membawa makanan atau minuman dari luar. Bidang hukum menghilangkan keambiguan tersebut dengan menggunakan “atau” hanya untuk “atau eksklusif”, sedangkan “dan/atau” digunakan untuk “atau inklusif”.

Fungsi Lain

Selain tiga fungsi tanda garis miring menurut EYD itu, ada beberapa penggunaan lain untuk simbol ini:

  1. pemisah unsur tanggal,
  2. penunjuk operasi pembagian, dan
  3. penanda baris baru.

Ejaan bahasa Inggris menggunakan tanda garis miring untuk memisahkan unsur tanggal, misalnya 31/1/2024 (31 Januari 2024). Ejaan bahasa Inggris Amerika mendahulukan bulan daripada tanggal, misalnya 1/31/2024. EYD menggunakan tanda hubung untuk fungsi ini, misalnya 31–1–2024. Namun, hampir semua media massa berbahasa Indonesia tetap menggunakan gaya ejaan bahasa Inggris, misalnya tulisan di Kompas ini: … di Tel Aviv, Rabu (10/1/2024), ….

Operasi pembagian dalam aritmetika dapat dilambangkan dengan tanda garis miring yang disebut division slash dalam bahasa Inggris. Simbol untuk pembagian, “∕”, lebih miring daripada tanda garis miring biasa, “/”. Selain dengan tanda garis miring, pembagian juga kadang dilambangkan dengan “÷” atau “:”. Simbol operasi aritmetika biasanya diberi spasi sebelum dan sesudahnya, misalnya 10 ∕ 2 = 5.

Ketika menulis teks multibaris—misalnya pantun, puisi, atau lirik lagu—menjadi satu baris, tanda garis miring digunakan untuk menandai pergantian baris. Untuk memisahkanpemisah bait, dua tanda garis miring kadang digunakan. Contohnya kutipan puisi “Aku” dari Chairil Anwar ini: Kalau sampai waktu / ‘ku mau tak seorang ‘kan merayu / Tidak juga kau // Tak perlu sedu sedan itu. Perhatikan keberadaan spasi sebelum dan sesudah tanda pemisah baris dan bait.

Dahulu, kita juga pernah menggunakan tanda garis miring pada singkatan dua huruf dalam surat atau dokumen lain. Namun, penerapan EYD (1972) secara tegas mengatur bahwa singkatan semacam itu ditulis dengan tanda titik. Contohnya, frasa “sampai dengan” dan “atas nama” dahulu disingkat menjadi “s/d” dan “a/n”, tetapi sejak 1972 ditulis dengan “s.d.” dan “a.n.”. Jadi, kalau ada orang yang menulis “s/d”, kita sudah bisa menebak usianya, bukan?

Penulis: Ivan Lanin

Penyunting: Rifka Az-Zahra