> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Alasan atau Dalih?
- URL: https://narabahasa.id/artikel/linguistik-umum/kata/alasan-atau-dalih/
- Published: 2022-04-06T11:00:52.000Z
- Updated: 2022-04-07T17:19:37.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: kata, #local, linguistik-umum, alasan, bahasa-indonesia, dalih, istilah, #Import 2026-10-23 19:03

Dalam *Kompas* 3 April 2022, Alissa Wahid menulis sebuah opini berjudul “[Alasan atau Alasan](https://www.kompas.id/baca/kolom/2022/04/02/alasan-atau-alasan?ref=narabahasa.id)”. Saya memang sudah pernah membaca tulisan-tulisan beliau. Namun, judul yang satu ini betul-betul memikat perhatian saya.

Pada opini tersebut, sang penulis mengutip ujaran yang dia dengar dari seorang pembicara di suatu pelatihan kepemimpinan: *you either have reasons for success or you have excuses for failure.* Alissa Wahid menggarisbawahi dua kata penting, yaitu *reasons* dan *excuses*. Menurutnya, *reason* dan *excuse* memiliki watak yang berbeda. *Reason* adalah daya dorong bagi seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai atau mewujudkan sesuatu. Orientasinya merupakan masa depan. Sementara itu, *excuse* adalah justifikasi atas sesuatu yang tidak terwujud, sesuatu yang gagal. Pengertian ini selaras dengan definisi *excuse* dalam kamus *Merriam-Webster*, yakni ‘*justification*’ dan ‘*reason*’. Berbeda dengan *reason*, Alissa Wahid menilai *excuse* berorientasi pada masa lalu.

Menariknya lagi, Alissa Wahid memperkenalkan satu konsep yang dia kutip dari David Schwartz, seorang penulis asal Amerika Serikat kelahiran 1927\. *Excuse* adalah radang alasan, yakni penyakit yang membuat penderitanya memiliki kebiasaan untuk mencari alasan atas ketidakmampuannya. Boleh dibilang, *excuse* merupakan alasan yang dibuat-buat. Dalam bahasa Indonesia, kita punya kata *dalih* yang bermakna ‘alasan (yang dicari-cari) untuk membenarkan suatu perbuatan’.

Kita bisa lihat bahwa *alasan* dan *dalih*—sebagai padanan dari *reason* dan *excuse*—juga memiliki watak yang berbeda. *Alasan* itu organik, sedangkan *dalih* dibuat-buat. Ternyata, definisi alasan yang dibuat-buat ini juga terdapat pada beberapa kata lain. Bahasa Indonesia mempunyai kata *kilah* yang salah satu maknanya ialah ‘dalih; alasan (yang dibuat-buat)’. Kata turunannya, *berkilah*, bermakna ‘berusaha memutarbalikkan kebenaran (dengan menyangkal dan sebagainya); mencari-cari alasan’. Lalu, ada pula kata *kelit* dengan kata turunan *berkelit*. Sebagai kiasan, *berkelit* memiliki arti ‘berdalih; beralasan (yang dibuat-buat)’.

Pertanyaannya, mengapa *alasan* tidak punya sinonim lain yang sewatak atau satu sifat dengannya? Apakah, jangan-jangan, karena kita memang sudah terlalu sering berdalih, berkilah, dan berkelit?

#alasan #dalih

**Rujukan:** Wahid, Alissa. 2022\. “[Alasan atau Alasan](https://www.kompas.id/baca/kolom/2022/04/02/alasan-atau-alasan?ref=narabahasa.id)”. *Kompas*. Diakses pada 6 April 2022.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin

[alasan](http://127.0.0.1:8081/tema/alasan/?ref=narabahasa.id)[bahasa Indonesia](http://127.0.0.1:8081/tema/bahasa-indonesia/?ref=narabahasa.id)[dalih](http://127.0.0.1:8081/tema/dalih/?ref=narabahasa.id)[istilah](http://127.0.0.1:8081/tema/istilah/?ref=narabahasa.id)