> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Terkait
- URL: https://narabahasa.id/artikel/linguistik-umum/kalimat/terkait/
- Published: 2021-06-21T20:14:18.000Z
- Updated: 2021-08-22T19:56:28.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: kalimat, #local, kata, konjungsi, preposisi, sintaksis, terkait, transposisi, verba, #Import 2026-10-23 19:03

Kata *terkait* sedang populer. Popularitas itu muncul dengan makin maraknya penggunaan kata *terkait* sebagai preposisi (kata depan) atau konjungsi (kata hubung). Meski dalam bahasa Indonesia ada kata yang dapat berubah kelas tanpa perubahan bentuk—disebut juga transposisi, kita perlu mencermati apakah [transposisi](https://narabahasa.id/morfologi/kamu-terlalu-baik-untukku) terhadap kata *terkait* itu sudah tepat.

Sejatinya, *terkait* merupakan verba (kata kerja) dengan empat arti. Yang pertama ‘sudah dikait; tidak sengaja mengait’, misalnya *Perahu itu* ***terkait*** *di batang pohon*. Arti yang kedua ialah ‘dapat dikaitkan’, misalnya *Isu itu* ***terkait*** *dengan keamanan nasional*. Kemudian, yang ketiga ialah ‘bersangkut paut (dengan)’, misalnya *Kericuhan itu* ***terkait*** *dengan ketidakpuasan pendukung*. Terakhir, arti ‘ada kaitannya’, misalnya *Unit yang* ***terkait*** *diharap hadir dalam rapat*.

Belakangan, penutur bahasa Indonesia sering menggunakan kata *terkait* untuk mengganti kata *tentang*, *terhadap*, *dalam*, atau *karena*. Coba lihat contoh kalimat berikut.

1. Topik *terkait* pencemaran lingkungan sangat diminati.
2. Perusahaan menolak berkomentar *terkait* tuduhan suap itu.
3. Mereka tidak mau dilibatkan *terkait* masalah itu.
4. Rapat berlangsung alot *terkait* peliknya isu yang dibahas.

Sekarang, bandingkan kalimat di atas dengan kalimat di bawah ini.

1. Topik *tentang* pencemaran lingkungan sangat diminati.
2. Perusahaan menolak berkomentar *terhadap* tuduhan suap itu.
3. Mereka tidak mau dilibatkan *dalam* masalah itu.
4. Rapat berlangsung alot *karena* peliknya isu yang dibahas.

Tentu saja bahasa merupakan konvensi penuturnya. Tiada yang dapat melarang penutur untuk menggunakan *terkait* seperti pada kalimat 1 s.d. 4\. Namun, segala sesuatu yang berlebihan itu mubazir, ‘kan? Terlalu sering menggunakan kata *terkait* pun demikian. Cobalah kreatif. Ketika akan memakai kata itu, uji dulu apakah sebenarnya kita dapat menggantinya dengan *tentang*, *terhadap*, *dalam*, atau *karena*. Keempat kata tugas itu memiliki arti yang lebih spesifik.

**Referensi**:

Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia*, Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis** **:** Ivan Lanin

**Penyunting: Dessy Irawan**

[konjungsi](http://127.0.0.1:8081/tema/konjungsi/?ref=narabahasa.id)[preposisi](http://127.0.0.1:8081/tema/preposisi/?ref=narabahasa.id)[sintaksis](http://127.0.0.1:8081/tema/sintaksis/?ref=narabahasa.id)[terkait](http://127.0.0.1:8081/tema/terkait/?ref=narabahasa.id)[transposisi](http://127.0.0.1:8081/tema/transposisi/?ref=narabahasa.id)[verba](http://127.0.0.1:8081/tema/verba/?ref=narabahasa.id)