> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://narabahasa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Apa dan Apakah
- URL: https://narabahasa.id/artikel/linguistik-umum/apa-dan-apakah/
- Published: 2021-09-19T11:00:31.000Z
- Updated: 2023-09-14T03:31:12.000Z
- Author: Narabahasa
- Tags: linguistik-umum, #local, apa, apakah, kata-tanya, #Import 2026-10-23 19:03

Suatu hari saya mendapat pekerjaan untuk menyunting sebuah naskah. Tulisan tersebut dimulai dengan kalimat tanya yang berbunyi, “Apa semalam kamu tertidur dengan nyenyak?” Sekilas saya merasa bahwa kata *apa* kurang cocok untuk mengawali kalimat tanya itu. Berdasarkan intuisi, akhirnya saya mengganti *apa* dengan *apakah*.

Naskah akhirnya dipublikasikan sebelum saya mengetahui perbedaan dua kata tanya tersebut. Bak *kini gatal, besok digaruk*, esoknya saya lantas mencari tahu fungsi kata *apa* dan *apakah* dalam *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat* (2017). Dalam buku itu, Moeliono dkk. menjelaskan bahwa *apa* disebut sebagai pronomina tanya yang mengubah kalimat deklaratif menjadi kalimat interogatif. Simak contoh berikut.

1.

a. Dia sudah makan.

b*. Apa* dia sudah makan?

2.

a. Bimo akan datang.

b*. Apa* Bimo akan datang?

3.

a. Ali memakan pisang.

b. Ali memakan *apa*?

c*. Apa* yang dimakan Ali?

4.

a. Sinta memasak ayam goreng.

b. Sinta memasak *apa*?

c*. Apa* yang dimasak Sinta?

Selain berada di depan, kata *apa* bisa terletak pada akhir kalimat. Namun, coba bandingkan dengan kata *apakah*. Kalimat tanya *Ali memakan* ***apakah*** *?* terasa tidak berterima. Dengan demikian, jika *apa* dapat berpindah-pindah posisi, *apakah* hanya dapat terletak pada awal kalimat tanya.

Moeliono dkk. menambahkan bahwa kata *apakah* lebih sering digunakan dalam ragam formal. Penyematan partikel *\-kah* dinilai mampu meningkatkan unsur kesopanan dalam kalimat tanya. Meskipun demikian, perlu diingat, penggunaan partikel *\-kah* dalam pronomina tanya bersifat manasuka.

Dengan begitu, kalimat tanya ***Apa*** *semalam kamu tertidur dengan nyenyak?* sebetulnya berterima. Kalimat tanya ***Apakah*** *semalam kamu tertidur dengan nyenyak?* juga tidak memiliki permasalahan sintaksis. Keduanya, baik *apa* maupun *apakah*, hanya perlu ditempatkan pada posisi dan ragamnya masing-masing.

**Rujukan:** Moeliono, Anton M., dkk. 2017\. *Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat.* Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

**Penulis:** Yudhistira

**Penyunting:** Ivan Lanin

[apa](http://127.0.0.1:8081/tema/apa/?ref=narabahasa.id)[apakah](http://127.0.0.1:8081/tema/apakah/?ref=narabahasa.id)[kata tanya](http://127.0.0.1:8081/tema/kata-tanya/?ref=narabahasa.id)